14 September 2015

TEORI KEAGENAN DAN MANAJEMEN LABA DARI SUDUT PANDANG ETIKA MANAJER

ABSTRACT. This paper discuss about how agency theory in perspective attitude. If we clarify about agency theory so in discussing cannot separated with behavior of manager in doing earning management, because earning management is one of way that doing by manager in order to maintaining of achievement in front of principal in the most society consider that earning management is legality action,  not harming another side and enabled (deed of manager heaving the character of positive), but in their action earning management is often to behavior of manager heaving the character of negative, here the problem is how the manager can differences among practice of earning management that bring the negative influence (it means that we must avoid) and how we can practicing earning management and bring it in positive influence (it means we can do it). In the general of main side of this paper is in the agency theory have explain about the relation between agent and principal. In the practice is manager as organizer of company will more known about the information internal and external related to present day company prospect and a period of come to be compared owner of company. So the information came to be the owner of company some time in appropriate within the fact of condition, that condition is familiar with term information asymmetry. In the information asymmetry both of them will giving opportunity for manager to do earning management.. Manager only will doing earning management that positive character if they have the good attitude, because basically manager that they have the good attitude always acting what conscience word so each every decision and step of will express ethical behavior.


Keywords : Agency Theory, Earning Management, Manager Attitude

KESIMPULAN

Dari paparan di atas dapat penulis simpulkan bahwa sebenarnya banyak cara agar dalam menjalankan aktivitasnya manajer bertindak wajar (tidak bertentangan dengan etika yang ada) dan tidak melakukan hal-hal menyimpang yang bisa merugikan pihak lain sementara hanya dirinya sendiri yang diuntungkan. Atau banyak cara untuk menghindarkan seorang manajer dari tindakan moral hazard. Perilaku etis dalam aktivitas manajer sebenarnya bisa dijadikan sebagai pengendali utama agar manajer mampu menjalankan aktivitasnya secara jujur dan melaporkan apa adanya pada pihak-pihak yang berkepentingan. Karena hal itu timbul dari dalam diri manajer maka apa yang dilakukan manajer adalah atas kesadaran pribadi bukan paksaan dari luar yang berupa aturan-aturan dan jika dilanggar akan ada sanksinya. Jika sikap baik itu muncul karena kesadaran dari dalam diri seorang manajer maka hal itu akan jauh lebih baik dibandingkan manajer itu berbuat baik karena takut melanggar aturan-aturan yang jika nanti terbukti akan mendapatkan sanksi, tindakan manajer yang didasarkan pada hanya ingin taat pada aturan, maka kemungkinan dia untuk melanggar dan melakukan moral hazard tetap ada, karena dia akan berpikir selama tidak ketahuan maka dia tidak akan terkena sanksi. Berbeda dengan kalau tindakan manajer itu didasarkan pada perilaku etis yang melekat pada pribadi seorang manajer, maka setiap tindakan dan keputusannya akan selalu merujuk pada etika dan norma-norma yang ada, dan secara otomatis seorang manajer akan terhindar dari perbuatan moral hazard.


Sehingga bisa disimpulkan bahwa peran etika dalam hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap setiap keputusan yang diambil oleh manajer, dengan berpegang pada etika dan norma-norma yang ada maka dalam bertindak manajer akan dikontrol oleh hati nuraninya. Karena kebenaran dan kejujuran akan selalu dikatakan oleh hati nurani, maka dalam setiap tindakan akan selalu dirujuk pada hati nurani, sehingga hal itu akan memposisikan seorang manajer dalam tindakan yang selalu benar bagi banyak orang.

DOWNLOAD ARTIKEL


Post a Comment